|
Jumat, 30 April 2010 15:54 |
|
Godaan Virus Politik Praktis Sangat Kuat
Banyaknya pengurus NU yang terlibat langsung dalam Pilkada memang menjadi dilema. Figur pengurus NU yang menonjol menjadi jaminan suara, namun jika kalah, tak hanya sang calon saja yang suram, nama NU pasti akan terbawa-bawa. |
|
|
Kamis, 29 April 2010 13:49 |
|
Sebaiknya Fokus pada Perjuangan NU
Jika seorang pengurus NU terjun dalam politik praktis, bisa dipastikan konsentrasinya akan terbagi. Jika kepentingan politiknya sudah dicapai, bisa jadi NU bakal tidak diurus, karena pengaruhnya secara duniawi tidak sebesar mengurusi politik praktis. |
|
Rabu, 28 April 2010 13:48 |
|
Mustahil Ikut Pilkada Tanpa Manfaatkan NU
Dalam kancah politik di Indonesia, NU punya posisi tawar yang strategis. Jumlah nahdliyin yang sangat besar bisa menjadi modal yang menggiurkan bagi para politisi untuk memenangkan pertarungan politik termasuk dalam Pilkada. |
|
Senin, 26 April 2010 14:02 |
|
PBNU dan PWNU Beri Contoh Maju
Menyeret NU kedalam kancah politik praktis sebenarnya lebih banyak ruginya daripada untungnya. Syahwat politik yang sangat tinggi untuk berkuasa, biasanya orang tersebut mengabaikan norma dan etika untuk mencapai kekuasaan tersebut. |
|
Sabtu, 24 April 2010 11:17 |
|
NU Lebih Sering Dipakai sebagai Alat
Jabatan sebagai pengurus harian NU di semua tingkatan – apalagi sebagai rais syuriah atau ketua tanfidziyah - seperti berada di tangga terakhir untuk duduk di jabatan politis. Yang sering terjadi, ketika kursi empuk sudah diraih mereka lalu melupakan ‘tangga’ (NU) yang mengantarkannya. |
|
|
«MulaiSebelumnya12345678910BerikutnyaAkhir»
|
|
Halaman 1 dari 14 |