|
Jakarta-HARIAN BANGSA
Sukses beroperasi di Aceh Besar, Jawa Barat, Jakarta, Pamulang, Tanggerang dan Banten, tim Detasemen Khusus 88 dikabarkan melakukan pengerebekan di Solo. Satu orang berhasil ditangkap, namun belum bisa dipastikan siapa yang ditangkap.
Kepala Polri Bambang Hendarso Danuri mengatakan, pihaknya akan menjelaskan hasil penangkapan satu tersangka teroris di Solo, Jawa Tengah, yang dilakukan pada Rabu (10/3). "Itu nanti kami jelaskan. Pada waktunya akan kami jelaskan," katanya di sela-sela pembukaan latihan gabungan antiteror TNI/Polri di Jakarta, Kamis (11/3). Sebelumnya, Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Ito Sumardi membenarkan adanya penyergapan itu. "Ya benar (penyergapan), hanya tugas rutin," katanya singkat. Penyergapan dilakukan di kawasan Pondok Pesantren di Baki, Kelurahan Batuanyar, Solo. ''Mudah-mudahan data dan fakta yang ada bisa kita kembangkan,'' ungkapnya.
Maraknya perburuan teroris, Polda Metro Jaya akan mengawasai setiap akses masuk menuju kota Jakarta. Pengawasan ini terkait rencana kedatangan Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama, serta ancaman teroris. ''Kami akan melakukan pengawasan di setiap pintu masuk termasuk akses transportasi,'' kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Boy Rafli Amar, di Jakarta, Kamis (11/03). Pengawasan, lanjutnya, merupakan bagian dari operasi Aman Nusa Jaya, yang kini tengah digelar serentak di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya. ''Operasi ini difokuskan untuk menjaga situasi kamtibmas masyarakat Jakarta,'' tambahnya. Walau melakukan pengawasan di tiap pintu masuk, Polda Metro Jaya belum akan merazia tiap kendaraan dan masyarakat yang masuk ke wilayah Ibu Kota. Pengawasan, dinilainya, sudah cukup dalam usaha mencegah aksi teror. ''Pengawasan dilakukan secara umum. Kita hanya mengamati saja. Bila ada indikasi yang mencurigakan baru kami akan razia,'' jelasnya. Menurut Boy, pengawasan di tiap akses masuk kota merupakan usaha rutin dari Polda Metro Jaya, demi menjaga keamanan Jakarta. Walau rutin dilaksanakan, dia mengungkapkan, pengawasan kali ini dilaksanakan secara lebih ketat. ''Ini sejalan dengan usaha gencar polisi dalam membasmi aksi teror. Jadi dalam usaha pengawasan ini, tiap petugas ditempatkan di tiap pintu masuk kota Jakarta,'' ujarnya. Dia menambahkan, usaha pengawasan bertujuan untuk membatasi ruang gerak teroris, terutama gembong teroris yang hingga kini masih buron, Umar Patek. ''Yang jelas, pengawasan ini merupakan bagian dari usaha untuk menjaga situasi kondusif di kota Jakarta, terutama dari ancaman aksi teror,'' tegasnya. |