Berkat Pengembangan Aceh PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Harian Bangsa   
Rabu, 10 Maret 2010 12:54

Tangerang-HARIAN BANGSA
Penggerebakan teroris yang dilakukan di Aceh oleh tim Densus 88 belum usai, kemarin penggerebekan berkonsentrasi di sebuah ruko Multiplus di Pamulang, Tangerang, Provinsi Banten.
Penggerebekan itu menewaskan tiga orang. Salah satunya diduga adalah orang yang paling dicari selama ini yakni Dulmatin. Namun, kepastian tewasnya Dulmatin itu belum mendapat kepastian.


Pihak kepolisian sendiri hanya memberi inisial jika salah satu yang tewas adalah YI alias M. Namun kepastian identitas YI yang diduga Dulmatin itu baru keluar dalam dua hari mendatang.
"Kita tunggu dari pihak rumah sakit, satu atau dua hari biasanya," papar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/3).
Menurut dia, selain dua orang berinisial R dan H yang ditembak mati di Gang Asem ada dua lainnya yang ditangkap. Mereka adalah BR alias AH dan SB alias SB alias I. "Masih dalam pemeriksaan," imbuhnya. 
Menurut dia, pihaknya masih melakukan identifikasi terhadap jenazah atau pelaku yang sudah tertembak ini.
"Kami juga melaukan identifikasi dan penelusuran dan pencocokan keterangan atas hasil operasi ini," terang Edward.
Dalam penggerebekan Densus 88 di Ruko Multiplus sempat diwarnai kontak senjata, seorang tersangka teroris tewas tertembak. Tidak berselang lama, penggerebekan terjadi di sebuah rumah di Gang Asem, Jalan Setia Budi, Pamulang, Tangerang Selatan. Dalam penggerebekan kedua ini, dua orang teroris tewas karena melakukan perlawanan.
Mabes Polri menyatakan jika penggerebakan yang dilakukan kemarin merupakan hasil pengembangan dari penggerebakan di Aceh. Kemarin sore Tim Puslabfor Mabes Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menyusul penggerebekan tersangka teroris di Ruko Multiplus, Jalan Siliwangi, Pamulang, atau tepatnya depan Danau Pamulang.
Dari pantauan, tampak enam anggota Puslabfor melakukan identifikasi dan mengambil gambar dengan kamera. Sementara itu, polisi telah mengamankan barang bukti berupa sebuah sepeda motor Honda Supra Fit nopol B 6174 ECZ, dua unit CPU, tas, dan satu kotak kertas.
"Iya betul punya pelaku," ujar seorang polisi saat ditanya soal barang bukti yang diamankan tersebut. Selanjutnya, barang bukti itu dibawa ke ke Polsek Pamulang.
Tim Gegana Mabes Polri masih berupaya menjinakkan bom di rumah tersangka teroris di Gang Asem, Jalan Setia Budi, Pamulang, Tangerang Selatan.
Ada sekira sembilan anggota Densus 88 dan Gegana Brimob yang berada di rumah tersangka teroris itu. Untuk menganstisipasi ledakan, kepolisian meminta warga yang tinggal di sekitar rumah tersangka teroris untuk meninggalkan rumah mereka untuk sementara. Polisi pun mengamankan lokasi hingga 100 meter dari rumah tersangka.
Seorang anggota tim Gegana menggunakan pakaian antibom tampak memasuki rumah.


 

LAST_UPDATED2
 
Gus Dur dan Siklus 100 Tahunan

Senin, 17 Mei 2010

article thumbnailHINGGA kini, mungkin publik belum tahu mengapa Gus Dur sering melawan arus sehingga terkesan kontroversial. Bapak demokrasi-pluralisme itu bahkan sering pasang badan ketika memperjuangkan...
Selengkapnya

Dikhawatirkan Ada Peziarah Lemah Iman

Kamis, 15 Juli 2010

article thumbnailApa tidak mungkin di antara jamaah peziarah itu masih ada yang lemah iman? Masih doyan mistik, sering ke dukun, hobi kemeyan sehingga peluang musyrik bisa saja terjadi saat peziarah ada di hadapan...
Selengkapnya

Tidak Jamin Masuk Surga

Selasa, 11 Agustus 2009

article thumbnailSeorang pemuda, ahli amal ibadah datang ke seorang Sufi. Sang pemuda dengan bangganya mengatakan kalau dirinya sudah melakukan amal ibadah wajib, sunnah, baca...
Selengkapnya